Monday

PDIP Belum Buka Pendaftaran Bakal Calon Gubernur NTT

Ilustrasi Pilkada (Beritasatu.Com)

Kupang - DPD PDIP Nusa Tenggara Timur (NTT) Hingga Saat Ini Belum Membuka Pendaftaran Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Dan Bakal Wakil Gubernur (Bacawagub) Periode 2018-2013 Setelah Sebelumnya Ditunda Karena Ada Hari Raya Paskah 2017.

"PDIP NTT Masih Menunda Pembukaan Pendaftaran Bakal Calon Gubernur Dan Wakil Gubernur NTT Periode 2018-2023 Dari Semula Maret 2017 Menjadi Awal April 2017 Atau Setelah Perayaan Pesta Paskah," Kata Sekretaris DPD PDIP NTT Nelson Matara Di Kupang, Senin (24/4).

Penundaan Saat Itu Juga Karena Masih Ada Pilkada Serentak Tahap Pertama 2017 Di Tiga Kabupaten (Flores Timur, Lembata Dan Kota Kupang) Yang Baru Selesai Melaksanakan Pilkada Serentak Pada 15 Februari 2017, Sehingga Diundur Ke Awal April 2017.

Jadi Sesungguhnya Kata Dia Belum Dibukanya Pendaftaran Bakal Calon Gubernur Dan Bakal Wakil Gubernur NTT Periode 2018-2013 Hanya Faktor Waktu Saja.

Buktinya Kata Dia Partai Banteng Bermoncong Putih Itu Telah Membuka Pendaftaran Di 10 Kabupaten Yang Akan Menggelar Pilkada Serentak Pada Juni 2018 Dan Akan Diikuti Di Tingkat Provinsi.

Partai Besutan Ibu Megawati Soekarnoputri Itu Katanya Tidak Ingin Gegabah Atau Terdesak Hanya Karena Keinginan Pihak Tertentu, Karena Pendaftaran Ditingkat Provinsi Harus Dipersiapkan Dengan Baik Dan Terarah. Apalagi, Katanya Pada Saat Pembukaan Pendaftaran Saat Itu Pula Mekanisme Survei Juga Mulai Terhadap Figur Bakal Calon Gubernur Dan Wakil Gubernur.

"Ini Merupakan Salah Satu Dasar Pertimbangan Mengapa Hingga Akhir April 2017 PDIP NTT Juga Belum Membuka Pendaftaran Bagi Para Kader Partai Maupun Non-Kader Untuk Mengikuti Pilgub Pada Tahun Depan," Katanya.

Terkait Apakah Figur Yang Akan Mendaftar Itu Dalam Bentuk Paket Atau Tidak, Wakil Ketua DPRD NTT Itu Mengatakan Bisa Dalam Bentuk Paket, Bisa Juga Dalam Bentuk Bacagub Maupun Bacawagub.

"Nanti Akan Dilihat Dari Hail Survei Yang Akan Dilakukan Lembaga Survei Yang Independen Dan Kredibel Dan Selanjutnya Akan Dikirim Ke DPP PDIP Untuk Ditetapkan Berdasarkan Hasil Survei Yang Dicapai Masing-Masing Bakal Calon," Katanya.

Jadi Menurut Dia, Partai Tidak Menentukan Siapakah Yang Harus Diusung PDIP Dalam Pilkada Tingkat Provinsi, Tetapi Para Bakal Calon Yang Akan Menentukan Sendiri Lewat Tingkat Elektabilitas Yang Dimiliki.

Partai Dalam Struktur Yang Ada Tidak Akan Melakukan Intervensi Terkait Hasil Survei, Karena Akan Sangat Menentukan Hasil Pilkada Menang Atau Kalah.

"PDIP Dan Partai Manapun Tentunya Menghendaki Kemenangan Karena Itu Hasil Survei Dan Elektabilitas Calon Serta Mesin Partai-Partai Pengusung Menjadi Faktor Penentu Kemenangan," Tambahnya.
/CAH
ANTARA

Sumber : Beritasatu.com